Menu ✖

Otomatis

Berita Medan

Macet Parah di Simpang Dobi-Titi Papan, Zakiyuddin Kejar Pelebaran Jalan

badge-check

Macet Parah di Simpang Dobi-Titi Papan, Zakiyuddin Kejar Pelebaran Jalan Perbesar

Foto : Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap turun langsung meninjau dua titik kemacetan tersebut, Rabu (4/11/2026). Dalam peninjauan itu, pelebaran jalan didorong menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan kendaraan yang kerap mengular, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja maupun sekolah.(ist)

MEDAN – telisik.co.id

Kemacetan yang hampir setiap hari melumpuhkan arus lalu lintas di kawasan Simpang Dobi dan Titi Papan, Jalan Yos Sudarso, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan.

Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap turun langsung meninjau dua titik kemacetan tersebut, Rabu (4/11/2026). Dalam peninjauan itu, pelebaran jalan didorong menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan kendaraan yang kerap mengular, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja maupun sekolah.

Zakiyuddin mengungkapkan, rencana pelebaran jalan telah dibahas bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Namun, realisasinya masih bergantung pada penyelesaian pembebasan lahan milik masyarakat.

Menurutnya, sekitar 60 persen proses ganti rugi lahan telah diselesaikan. Sementara itu, sejumlah rumah dan ruko masih harus dibebaskan agar pelebaran jalan dapat dilakukan.

“Kita berharap dalam waktu dekat, kalau memang ini disetujui pemilik rumah atau ruko, supaya dilakukan ganti rugi sehingga jalannya bisa dilebarkan. Kita juga berharap masyarakat di sekitar sini bersedia memberikan beberapa meter lahannya untuk pelebaran jalan,” kata Zakiyuddin.

Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Medan Khairul Azmi serta Camat Medan Deli Muhammad Aidiel Putra Pratama, ia mengajak masyarakat mendukung rencana tersebut.

Zakiyuddin menegaskan, penyelesaian persoalan kemacetan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk pemilik lahan yang terdampak rencana pelebaran jalan.

“Kalau ingin solusi ini selesai, Pemerintah Kota Medan berharap masyarakat juga mau bekerja sama. Ini untuk kebaikan bersama. Kalau ada salah satu yang menyulitkan, ini bisa tidak jadi. Yang rugi juga masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Jalan Yos Sudarso merupakan jalan nasional sehingga penanganan infrastrukturnya harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat melalui BBPJN.

Selain pelebaran jalan, kemungkinan pembangunan jalan layang atau flyover juga akan dikaji sebagai alternatif mengatasi kemacetan. Meski demikian, rencana tersebut masih membutuhkan pembahasan dan kajian teknis lebih lanjut.

Sambil menunggu realisasi pembangunan infrastruktur, Zakiyuddin meminta Dinas Perhubungan Kota Medan, Dinas Perhubungan Sumatera Utara dan kepolisian melalui satuan lalu lintas meningkatkan pengaturan kendaraan di kawasan tersebut.

Menurutnya, kehadiran petugas sangat dibutuhkan, terutama pada jam-jam sibuk ketika arus kendaraan meningkat tajam.

“Yang paling macet itu sekitar pukul 06.30 WIB, saat orang berangkat kerja dan anak-anak sekolah. Begitu juga saat jam pulang kerja dan sekolah. Kita berharap petugas bisa hadir minimal setiap pagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Medan Khairul Azmi menjelaskan, proses pembebasan lahan sebelumnya ditangani pemerintah pusat. Namun, masa berlaku penetapan lokasi (penlok) telah berakhir sehingga kelanjutannya kini diserahkan kepada Pemko Medan.

Untuk melanjutkan proses tersebut, Pemko Medan akan kembali menyusun Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) sekaligus mengurus penetapan lokasi yang baru.

Kebutuhan anggaran pembebasan lahan tersebut diupayakan masuk dalam penganggaran tahun 2027.

“Kalau untuk tahun ini tidak dapat. Tahun depan mudah-mudahan selesai ini, bisa mereka menganggarkan di tahun depan juga. Jadi paralel sifatnya,” jelas Khairul.

Setelah proses pembebasan lahan rampung, pekerjaan pelebaran jalan diharapkan dapat segera dilaksanakan.

Dengan demikian, masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan Simpang Dobi dan Titi Papan kini menanti realisasi rencana tersebut. Sebab, kemacetan yang berulang bukan hanya menguras waktu perjalanan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Kota Medan. (wis/rel)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Lainnya

Rico Waas Tindak Cepat Keluhan Warga: Banjir hingga Lampu Jalan

1 Nov 2026 - 13:19 WIB

Rico Waas Tindak Cepat Keluhan Warga: Banjir hingga Lampu Jalan

Rico Waas Puji Pemuda Pancasila, Minta Kader Tak Sekadar Besar dalam Organisasi

31 Okt 2026 - 11:43 WIB

Rico Waas Puji Pemuda Pancasila, Minta Kader Tak Sekadar Besar dalam Organisasi

Rico Waas Bidik Startup Lokal, Solusi Sampah hingga Lowongan Kerja Jadi Peluang

29 Okt 2026 - 20:19 WIB

Rico Waas Bidik Startup Lokal, Solusi Sampah hingga Lowongan Kerja Jadi Peluang

Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Hadiri Paripurna Perubahan Perda Kemiskinan

26 Okt 2026 - 19:11 WIB

Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Hadiri Paripurna Perubahan Perda Kemiskinan

1,16 Ton Ketamin Disita, Rico Waas Dukung Langkah Tegas Polri Berantas Narkoba

23 Okt 2026 - 19:40 WIB

1,16 Ton Ketamin Disita, Rico Waas Dukung Langkah Tegas Polri Berantas Narkoba
Hits di Berita Medan